Ya…bagi semua orang, paling tidak bagi saya berada di titik terendah dalam kehidupan kita selalu tidak mudah…
Titik terendah bagi semua orang bisa berbeda-beda, Ada yang mungkin berarti sedang ditimpa kemalangan bisnis, pendidikan, usaha, perjodohan, kesehatan dan lain sebagainya. Dan setiap titik terendah itu menyebabkan orang frustasi, bingung, pusing dan berbagai macam gejala yang paling berat mungkin stress… Wajar saya pikir karena bagaimana pun situasi yang tidak enak pasti dan akan selalu dihindari oleh semua orang.
Bukan hanya diri sendiri, bagi yang punya keluarga, orang tua, kerabat terdekat, situasi yang tidak mudah pasti membuat khawatir, kasihan dan sedih… Ya karena siapaun tidak akan mau kerabat terdekat, suami, istri, anak dan lainnya mengalami kesusahan atau ditimpa kesulitan.
Tidak mudah karena bisa jadi tidak mudah untuk bisa bertahan dengan segala macam perasaan dan campur aduknya suasana hati. Tidak mudah untuk bisa menerima situasi yang penuh ketidaknyamanan dan ketidakpastian, tidak mudah untuk berbuat seseuatu agar bisa keluar dari situasi tersebut.
Ada beberapa nasehat yang pernah saya dapatkan dari beberapa kawan untuk sedikit banyak men-treatment situasi tersebut agar tidak malah menjadi kontra produktif,
1. Selalu ingat ” Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kalau kaum tersebut tidak mengubah nasibnya, atau paling tidak berusaha mengubahnya…”
2. Ikhlas bahwa semua situasi dan kondisi adalah takdir yang harus ditempuh, bahasa saya milestone hidup, batu-batu lompatan ke arah yang dituju, meskipun kadang batu itu mengelincirkan dan menjatuhkan kita.
3. Hadapi tidak dengan emosional, ya pikiran jernih, tenang, dan berprasangka baik adalah obat hati, jangan perburuk situasi dengan meratapi atau memperburuk situasi yang ada. Orang kuat bukan orang yang berotot tapi orang yang bisa menhadapi sepahit apapun situasi.
4. Berusaha dan usaha…intinya “ndableg”, ngeyel, pantang menyerah….apapun celaan, dan lainnya
5. Ada filosofi orang cina yang melekat di kepala saya, ” kalau orang cina datang dan pergi merantau ke suatu tempat, mereka akan membakar kapal mereka seketika mereka tiba di suatu pantai. Ketika ditanya alasannya maka mereka akan menjawab bahwa itu dilakukan dengan alasan agar tidak ada alasan, alat dan cara untuk kembali atau pindah ke tempat mereka sebelumnya. Intinya mereka akan selalu kerja keras dan tidak ada kata kembali…”
Recent Comments