Inside Out!

Inside Out!

Tiba-tiba saya terpikir memunculkan entah istilah atau sesuatu yang menjelaskan suatu cara atau mekanisme untuk melakukan perubahan drastis dengan tujuan membuat baik keadaan melalui jalur leaderships (contoh-contoh baik, pendekatan yang berbeda dan dorongan andrenalin muda). Saya menyebutnya Inside Out! (hmm…keren juga buat judul album nextnya Blue Jet Band).

Latar belakangnya, sering kali kita melihat upaya kita untuk membuat baik keadaan baik dengan cara prosedural, kadang dengan inovasi dan tidak jarang mencoba breaking the rules, hanya membuat riakan air seketika, tetapi beberapa saat kemudian kembali ke posisi awalnya. Saya huhubungkan dengan kondisi negara kita tercinta saat ini. Dimana semua orang berkomentar di media sosial tentang terpuruknya ekonomi Indonesia, penabaran posting status yang ujung-ujungnya mendeskritkan saudara setanah air kita sendiri, membanding-bandingkan dengan negara lain, dan ada juga sih yang mencoba membuat info berbeda yang inspiratif dan lainnya. Tapi coba amati semuanya akan menjadi riakan besar setelahnya kembali jadi kolam yang tenang. Tapi kalau mau ditunggu lebih lama lagi, ya tidak akan ada perubahan. pertanyaannya, kita lebih mementingkan riakannya, kondisi setelah riakan, atau nextnya lagi…. Continue reading

Tentang Tugas Akhir dan sejenisnya … [edisi 2015]

Artikel ini saya tulis untuk menjadi pertimbangan rekan-rekan mahasiswa yang akan tugas akhir, tugas khusus, yang khususnya pada Prodi Ilmu Komputer, Prodi KOMSI SV UGM pada semester ganjil 2015/2016 ini. Beberapa condition sebagai berikut:

  • informasi ini hanya berlaku untuk semester ini saja – sem ganjil 2015/2016
  • informasi ini hanya berlaku bagi mahasiswa yang sudah dan hendak mengambil TA, TK dengan usulan dosen pembimbing saya sendiri (peace…)
  • informasi ini bersifat keterangan situasional yang tidak mengikat apapun, sehingga akibat dan konsekuensi yang ditimbulkan bukan tanggungjawab saya lho ya…

Oke begini situasinya, akhir-akhir ini saya sering mendapat email, wa, fb messenger dan lainnya ke akun saya mengenai permintaan menjadi dosen pembimbing or sekedar diskusi. saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih akan hal itu, karena dengan satu langkah ini menunjukkan rekan-rekan mulai memikirkan masa depan TA, TK nya untuk bisa diselesaikan. Seperti kebiasaan semester-semester lalu, saya menerima mahasiswa untuk TA, TK dilandasi oleh :

  1. rasa saling percaya dan respect, dalam artian kita pada pihak yang sama untuk bekerjasama dalam penelitian
  2. komitmen untuk menyelesaikan tepat waktu dengan ekpektasi 1 semester bisa selesai, yang diwujudkan mau beraktivitas riset di lab dan tentu saja mau membantu aktivitas lab apabila diperlukan
  3. memenuhi proses pembimbingan melalui tatap muka yang jadwalnya ditentukan dan progress pengerjaan yang diarahkan. saya tidak begitu pas dengan mahasiswa yang suka menyepi dan tidak memberi kabar dan ketika terdesak baru kemudian muncul dipermukaan.
  4. membaca artikel saya mengenai tugas akhir , dan memahami apa yang terkandung didalamnya
  5. tema tugas akhir dan lainnya yang bisa saya terima memang saya spesifikkan yang sesuai dengan riset saya, bukan apa-apa, agar dan agar saya bisa membantu anda ketika ada masalah didepan. silahkan cek tema-tema yang saya list disini

Khusus semester ini, saya ada beberapa hal yang sangat krusial yang harus anda pertimbangkan masak-masak sebelum meminta saya menjadi pembimbing….

  1. saya lebih menyukai mahasiswa yang sudah mengajak diskusi lebih awal ini untuk menunjukkan komitmen dan dedikasi anda ada proses
  2. semester ini tepat sekitar OKtober sd Januari (bisa jadi lebih) saya akan berada tidak di Indonesia, yang hal ini pasti akan menganggu jalannya pembimbingan dan jadwal anda yang ingin cepet selesai. Hal ini karena saya sudah terjadwal melakukan kegiatan riset internasional di belahan dunia lain.
  3. praktis poin 2 menyebabkan saya hanya bisa berdiskusi via online itupun kalau perbedaan waktu dan agenda tidak menjadi penghalang.

Dengan kondisional ini maka saya ingin memberikan gambaran ke rekan-rekan mahasiswa situasional yang akan dihadapi. silahkan dipertimbangkan masak-masak dan tentu saja ini juga masih tergantung dari Prodi yang memberikan saya slot membimbing atau tidak disemester ini dengan kondisi diatas.

Tanpa bermaksud apa-apa, tetap semangat dan kerja keras untuk menyelesaikan skripsinya, diluar sana terhampar luas kesempatan yang bagus dan baik bagi masa depan kita!!

 

salam

Mardhani

Open Mind

Screen Shot 2015-07-01 at 12.48.15 AM

Niat

#‎sciencepreneurship3‬.0: “CEO view” diakhir hari memperlambat sedikit waktu pulang, menyempatkan diri untuk memandang ke jendela dengan perspektif yang lain dari sebelumnya. Mengembangkan start up menjadi company dan menjadi big company adalah journey, bukan sekedar bisnis tetapi ada riset, keilmuan yang digali, pemahaman terhadap kehidupan yang lebih baik dan manusiawi (berguna bagi orang lain), dan tanggung jawab sebagai manusia kepada Yang Maha Kuasa, insha Allah sebagai ibadah. Begitu pas momen memasuki bulan puasa menjadi energi tersendiri untuk menjadikan “wadah kecil” ini menjadi something di masa depan.

Works for free

#‎sciencepreneurship3‬.0: dalam 1 hari ada 24 jam u beraktivitas termasuk beribadah, istirahat, sosialisasi dan bekerja. hari yang efektif dan cerdas menjadi dambaan agar produktif dan bisa menyentuh garis finish dari semua aktivitas. saya membaginya 3 etape, fase pagi saya menyebutnya Work for plan, ini saatnya mengerjakan dan selesaikan apa-apa yang direncanakan baik plan harian, mingguan or long term plan. Pagi saat yg baik u booster dengan energi yang fresh. Masuk ke fase siang saya menyebutnya Works On, dimana biasanya fase on fire dari aktivitas, andrenalin naik, dan power juga cukup maksimal. apabila ingin dapat capaian/milestone bagus ini fase yang baik di di boost. fase sore saya menyebutnya Works Out, dimana energi perlu di charge, fokus mulai agak kabur, saat nya mengerjakan project/kegiatan idealis yang bisa meningkatkan dan merangsang otak bekerja dgn passion. Pada akhirnya, kita bisa set sendiri di fase-fase mana kita harus aktifkan NOS kita or bermain dengan gigi persneling yang stabil. setiap pribadi pasti punya “gimic” masing-masing ….

You’ll never walk alone ….

Screen Shot 2015-06-29 at 12.53.29 PMTulisan ini saya dedikasikan untuk sahabat jauh (walau mungkin tidak kenal langsung, tapi menjadi  merasa dekat karena punya perasaan dan posisi yang hampir serupa) mas Ricky Elson. Mengambil slogan salah satu klub legendaris yang pernah jadi idola ketika masa-masa Ian Rush dan seterusnya …Liverpool “You’ll never walk alone..”

Luar biasa, Indonesia masih memiliki orang-orang yang penuh dedikasi, idealis, dan benar-benar bekerja untuk kehidupan yang lebih baik bukan dirinya tapi masyarakatnya. Karena tidak memiliki kekuasaan, hanya aset luar biasa bernama ide, inovasi dan kreativitas mencoba membuat solusi bagi permasalahan riel di negaranya sendiri. Bagi saya, yang masih jauh dari sosok ini, mas Ricky Elson ini sangat menginspirasi, tipical anak muda yang harus di tiru (bukan lagi idoka K-Pop, or anak band dan sejenisnya…). Anak muda yang rela meninggalkan kegelimangan di negara orang hanya untuk mengabdi.

Meneliti di Indonesia , menurut saya memang jauh lebih susah daripada di negara lain. Tidak bermaksud membandingkan, dengan pengalaman 2 tahun di negara tetangga, fasilitas penelitian yang lebih dari cukup. Mau internet dengan koneksi langsung ke Tier1 Internet dunia bisa, mau akses resource mesin komputasi terbesar dan terbaru ada, ijin menggunakan 24 jam dan free access bisa didapatkan, bahkan kesempatan pendanaan hampir tidak terbatas pun bisa dikejar kalau benar-benar bagus. Penghargaan sebagai peneliti ketika berbicara dengan orang lain di conferences dan lainnya sangat enjoy, kita bangga menjadi peneliti dan seterusnya. Continue reading

GamaBox.TV – creativities network

branding1GamaBoxTV, yang dulunya dibuat sebagai bahan untuk menguji performansi riset supercomputer, ternyata jauh lebih progresif perkembangannya dengan content yang dibuat dari rekan-rekan mahasiswa ilmu komputer UGM di kelas hingga saat ini memiliki tim production sendiri yang sangat baik.

GamaBoxTV saat ini masuk ke step berikutnya untuk diakselerasi sebagai entitas independen sebagai TV Platform untuk anak muda dengan semangat CREATIVITIES NETWORK. Intinya menjadi penghubung dan menghubungkan node-node kreativitas anak muda. dimulai dari kampus MILAN MIPA UGM melebar ke seluruh Fakultas UGM dan saat ini menjadi TV Platform global yang berada dibawah GamaBox untuk dijalankan sebagai model pengembangan start up TV internet dan smartTV di tahun ini dan next year, akan menjadi TV Komersil.

Kami ingin menunjukkan, sebuah kreativitas bisa diakselerasi dengan determinasi dan keyakinan yang tinggi untuk bergerak. Dalam waktu mendatang, GamaBoxTV akan melakukan banyak kegiatan dan membuka kesempatan internship bagi rekan-rekan yang berminat.  kunjungi shows kami di www.gamabox.tv

Dengan 20M akan muncul 20 startup Global dari Indonesia, atau 25.000 node supercomputer

Terlepas dari polemik anggota DPR terhormat kita, wakil kita “disana” akan mendapatkan dana aspirasi per anggota sebesar 20M, sebenarnya no problem bagi kita-kita. Kenyataannya selama ini juga hal tsb sudah lazim tertunaikan dari periode-periode sebelumnya, dan sampai sekarang kita juga tidak kaget wujudnya berbentuk apa, tidak terasa dan etc…

anyway, biasa sebagai orang yang bergelut di riset, membuat bisnis rintisan, dan mencoba memulai inisiasi mandiri di komunitas, saya tiba-tiba punya bayangan. coba 20M itu lebih disalurkan ke hal-hal yang produktif. bukan produktif anggota dewannya, tapi produktif bagi masyarakat. 20M saya pikir cukup u merangsang dan membuat anak-anak muda di Indonesia berbuat sesuatu dengan mandiri, membuat start up di berbagai bidang, sehingga bisa menyerap tenaga kerja, dan masa depan akan membuat Indonesia semakin percaya diri sebagai kiblat ekonomi dunia.

20M per alokasi anggota dewa, menurut hitung-hitungan saya akan ekuivalen dengan:

  • 20 start up yang ready to global, bayangkan 20M akan menghasilkan startup baru dari Indonesia yang langsung bisa bermain di level global. akan banyak cerita seperti Kaskus, Agate, Bukalapak dst yang berasal dari Indonesia. mungkin Uber yang dibenci di Indonesia, orang Indonesia akan buat “Ngoyak” di negara-negara lain…dan tidak dibenci…bisa bikin Go-jek yang di Indonesi di tolak, tapi malah bisa bikin “Sendaugurau” di malaysia atau lainnya. setiap start up paling tidak akan menyerap hampir 50 orang. berapa banyak lulusan berbagai bidang akan terserap dan secara alamiah bisnis akan growing. Pemerintah sudah ndak pusing bikin lapangan kerja dst.
  • Kalau poin diatas kurang mantap, sudah 20M belikan rapbery pi 2, saya akan bikin 25.000 node supercomputer, saya yakin Google dan sejenisnya akan mulai mikir-mikir Indonesia sudah akan bikin Gatotkaca mesin pencari super yang akan melahap mereka (meski ini agak hiperbola sih…). manfaatnya, bisa buat ngejar, melacak pencuri2 ikan di lautan Indonesia bila di combine dengan satelit etc, bisa memonitor produksi migas dari aceh sampai papua, shingga kita tidak bingung target produksi sampai atau tidak, bisa membuat kekuatan militer cyber kita diperhintungkan bahkan terkuat di regional, etc.

ya 2 poin diatas hanya dari sudut sempit bidang saya, tapi kalau bidang lain, pertanian, perkebunan dan etc pasti jauh-jauh lebih besar efek positif yang akan dihasilkan….

Tapi u saat ini idealisme ini akan terus dijalankan untuk merealisasikan 2 poin diatas tapi cukup dengan niat, tekad dan dana penelitian secukupnya. paling tidak kita lebih mandiri dibanding mereka-mereka yang menerima 20M. Tapi teriring doa semoga amanah yang mereka emban benar-benar tersalurkan dan terserap secara baik….

peace….

Hilirisasi riset ala saya

Salah satu yang lagi jadi diskusi dimana-mana, terutama lingkungan akademik, adalah hilirisasi hasil riset ke industri dan lainnya. Ribet dengan birokrasi, proses panjang yang harus dilalui dan tidak progresif (menurut saya), saya coba melakukan pendekatan sederhana bagaimana seorang peneliti melakukan hilirisasi riset.

Simple, saya buka kantor riset di luar kampus, mengumpulkan mantan-mantan mahasiswa yang punya passion di bidang start up riset dan jalankan riset roadmap yang inline dengan business plan. GamaBox, menjadi salatu prototype hilirisasi ini, dengan memfokuskan pada riset untuk Enterprise Data Management, Big Data for  smart city project, dan GamaBoxTV. GamaBox didirikan dengan kemandirian, tanpa membutuhkan SK pengangkatan, tanpa dana riset berlimpah-murni dikumpulkan dari sisa penghasilan dan project-project mandiri.

Saatnya kita tidak berbicara wacana yang berbuih-buih, konsep-konsep yang terlalu canggih, dan seterusnya….Indonesia membutuhkan langkah-langkah nyata, riset tidak hanya masalah h-index yang tinggi, tapi juga membutuhkan yang bisa membuka lapangan pekerjaan, membuka ide dan kreasi asli Indonesia yang mendunia, dan sampel-sampel baik bagaimana anak bangsa bergerak untuk negaranya, bertindak untuk sekitarnya – tidak individualis, dan seterusnya….

Ingin tahu lebih jelas tentang aktivitas GamaBox, silahkan kunjungi di www.gamabox.id

Kenapa Indonesia membutuhkan Cyber Security & Defense

Indonesia Cyber Security & Defense, White Paper

 Mardhani Riasetiawan, mardhani@ugm.ac.id

Indonesia sebagai negara dengan sumber daya hampir tidak terbatas baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan informasi memiliki potensi signifikan dalam perekonomian dunia. Indonesia membutuhkan kemandirian dan berdikari dalam penguasaan sumber daya termasuk mengamankan sumber daya tersebut sebagai asset berharga. Teknologi informasi dan komunikasi sebagai enabler dan booster sebagai sarana mengelola sumber daya memiliki potensi besar dalam peningkatan kapasitas tetapi juga memunculkan resiko dalam pemanfaatannya. Indonesia sebagai nation membutuhkan strategi dan manajemen dalam pengelolaan dan pengamanan informasi baik dalam perspektif secure dan defense.

Screen Shot 2015-05-31 at 12.31.27 PMIndonesia membutuhkan model dan pola mengelola informasi dalam perspektif secure dan defense. Secure memberikan kemampuan bagi individu, organisasi atau entitas untuk secara mandiri memberikan jaminan keamanan yang dibangun secara by design. Entitas secara sengaja dan terencana mengelola sumber daya secara aman, baik dari gangguan internal maupun eksternal. Entitas by process tumbuh untuk menginisiasi dan mengembangkan model informasi yang aman secara alamiah, step by step mengikuti pola dari kajian ilmiah atau standar industry.

Defense memiliki pendekatan berbeda dalam mengelola sumber daya secara aman. Pada perspektif defense, sumber daya dikelola secara aktif dengan menginisasi model keamanan yang preventif. Mekanisme entitas untuk menganalisa dan mencegah secara aktif dalam mencegah resiko keamanan. Tujuannya adalah mencegah resiko terjadi dan resiko yang sudah ada membesar.

Proses untuk membangun, mengelola dan secara terus menerus meningkatkan kemampuan secure dan defense menjadi tanggungjawab Pemerintah, industru, dan komunitas. Pola mengelola sumber daya informasi untuk keamanan ini mengoptimalkan dan memberdayakan kontribusi masing-masing pihak dalam merangkai tata kelola security yang baik. Pemerintah memberikan kepastian hukum dalam aktivitas secure dan defense, termasuk juga membentuk entitas negara yang mengkordinasikan pola keamanan yang dibangun untuk negara. Beberapa pendekatan negara lain melakukannya melekat pada instrument pertahanan dan keanaman negara. Industri memberikan best practice dalam penyelenggaraan tata kelola security baik instrument infrastruktur, tools, dan studi kasus yang dipunyai. Komunitas termasuk didalamnya peneliti. perguruan tinggi, pemerhati keamanan dapat dikelola untuk membangun security network yang luas.

Pendekatan tata kelola dan manajemen keamanan dalam perspektif nasional adalah membangun kepedulian dan isu bersama yang diterima oleh stakeholder.

  1. Pada tahap berikutnya membangun infrastruktur dan entitas pengelola keamanan informasi.
  2. Tahap ini membangun struktur yang bisa nantinya berkembang sesuai tuntutan isu dan trend keamanan itu sendiri.
  3. Tahap ketiga adalah membangun awareness dan kampanye yang terencana akan pentingnya data, informasi dan asset.
  4. Tahap keempat adalah membangun aksi bersama untuk melakukan respon bersama terhadap perkembangan dari keamanan itu sendiri.
  5. Pada akhirnya, Indonesia akan memiliki mekanisme best practice dalam pengelolaan keamanan informasi dengan dibangunnya knowledge based/management on security.

Inisiasi untuk memiliki kepedulian, kerjasama dan acuan yang baik dan bisa diterima secara luas, maka diperlukan suatu forum/wahana untuk bertukar pikiran yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan.