make [IS] work
Info: Link Materi Workshop Manajemen Operasional & Layanan TI
Bagi Mahasiswa MTI UGMÂ CIO yang mengambil mata kuliah workshop manajemen operasional dan layanan TI silahkan download materi sampai minggu ke 4 di link berikut ini:
http://upload.ugm.ac.id/32weekly%20materials.zip
materi minggu ke lima (5) silahkan download disini
untuk materi-materi minggu berikutnya segera disusulkan. terima kasih
Info u Mahasiswa MIPA (IS Audit)
Diberitahukan kepada para mahasiswa yang mengikuti mata kuliah IS Audit (dosen: Bp Dr Khabib Mustofa, dan Mardhani Riasetiawan), mekanisme presentasi dan pengumpulan student project adalah sebagai berikut:
1. Setiap kelompok mengumpulkan file presentasi dan student projectnya melalui:
- File presentasi student project (short movie) di uploadkan ke http://media.ugm.ac.id, dengan menggunakan salah satu id anggota kelompok, dan berikan judul : ” JUDUL MOVIE – IS Audit “, berikan keterangan sebagai tugas student project a.n dosen Dr. Khabib Mustofa dan Mardhani Riasetiawan
- File presentasi (jika ada) di uploadkan ke http://upload.ugm.ac.id , berikan nama file sesuai judul poin a.
2. Setiap kelompok harus mensubmit URL baik dari http://media.ugm.ac.id dan http://upload.ugm.ac.id melalui fasilitas reply message forum dari http://kuantum.mipa.ugm.ac.id
3. setiap kelompok harus dengan jelas menyertakan daftar anggota kelompok lengkap dengan NIM-nya.
4. Presentasi student project tetap akan diadakan, dengan perkiraan waktu pada tanggal 10 Juni 2011 (tentative), dan akan dikonfirmasikan sesegera mungkin melalui forum di http://kuantum.mipa.ugm.ac.id
5. Info Tambahan:
Informasi tambahan:
dikarenakan proses upload ke media.ugm.ac.id memerlukan proses approval dari admin, maka diharapkan mahasiswa juga menguploadkan file short movie-nya ke upload.ugm.ac.id.
Sebagai rencana cadangan, apabila proses pengumpulan online terganggu, mahasiswa dapat mengumpulkan dengan cara:
- menyimpan semua file ke CD
- kumpulkan ke Mardhani (saya), di Ruang PUKIS, Lantai 2 Gedung PPTIK UGM, Jl. Pancasila Bulaksumur Yogyakarta.
- batas waktu pengumpulan manual adalah tanggal 9 Juni 2011 pukul 18.00
terima kasih
Materi Audit EDP
Daftar Materi Untuk Kelas Audit EDP, Program Profesi Akuntansi UGM
1. Materi sesi 3 : IT Governance and audits
2. Materi sesi 4: Audit on ERP systems
3. Materi sesi 5: Audit on e-commerce apps
dari nol
Intelligent Technology Initiatives, saya dirikan dengan target dan harapan di pertengahan tahun ini bisa menjadi sebuah perusahaan yang establish. In-Tech di inisiasi benar-benar dari nol. Nol modal, nol orang dan lainnya. Bermodal isi kepala dan semangat, saya mencoba mengaktifkan dan mendirikan pilar-pilar usaha untuk awal. Dua bulan pertama berjalan ini, memang tidak mudah. Secara statistik, dari 10 ide yang di gulirkan hanya berjalan 2….rata-rata.
Memasuki bulan ketiga, kami harus benar-benar memutar otak dan memeras keringat. Bulan ini secara officially kami akan menggunakan secara maksimal virtual office untuk bekerja dan menjalin network dengan rekan-rekan. Keterbatasan yang sangat banyak dan kompleks, kami akan coba urai dengan langsung menawarkan solusi-solusi bisnis. Salah satu yang kami coba untuk sekaligus mem-booster semangat dan ide adalah mengikutsertakan diri ke ajang kompetisi bisnis. sampai bulan ini kami sudah mengikuti 2 kompetisi, dan akan mengikuti 2 lainnya…semoga minimal ada good news dari kompetisi-kompetisi ini. Bukan menjadi pemenang, tapi konsistensi semangat dan networks yang terbangun minimal bisa tercapai…
ya…the fighting still continue…
Di titik terendah, selalu tidak mudah…
Ya…bagi semua orang, paling tidak bagi saya berada di titik terendah dalam kehidupan kita selalu tidak mudah…
Titik terendah bagi semua orang bisa berbeda-beda, Ada yang mungkin berarti sedang ditimpa kemalangan bisnis, pendidikan, usaha, perjodohan, kesehatan dan lain sebagainya. Dan setiap titik terendah itu menyebabkan orang frustasi, bingung, pusing dan berbagai macam gejala yang paling berat mungkin stress… Wajar saya pikir karena bagaimana pun situasi yang tidak enak pasti dan akan selalu dihindari oleh semua orang.
Bukan hanya diri sendiri, bagi yang punya keluarga, orang tua, kerabat terdekat, situasi yang tidak mudah pasti membuat khawatir, kasihan dan sedih… Ya karena siapaun tidak akan mau kerabat terdekat, suami, istri, anak dan lainnya mengalami kesusahan atau ditimpa kesulitan.
Tidak mudah karena bisa jadi tidak mudah untuk bisa bertahan dengan segala macam perasaan dan campur aduknya suasana hati. Tidak mudah untuk bisa menerima situasi yang penuh ketidaknyamanan dan ketidakpastian, tidak mudah untuk berbuat seseuatu agar bisa keluar dari situasi tersebut.
Ada beberapa nasehat yang pernah saya dapatkan dari beberapa kawan untuk sedikit banyak men-treatment situasi tersebut agar tidak malah menjadi kontra produktif,
1. Selalu ingat ” Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kalau kaum tersebut tidak mengubah nasibnya, atau paling tidak berusaha mengubahnya…”
2. Ikhlas bahwa semua situasi dan kondisi adalah takdir yang harus ditempuh, bahasa saya milestone hidup, batu-batu lompatan ke arah yang dituju, meskipun kadang batu itu mengelincirkan dan menjatuhkan kita.
3. Hadapi tidak dengan emosional, ya pikiran jernih, tenang, dan berprasangka baik adalah obat hati, jangan perburuk situasi dengan meratapi atau memperburuk situasi yang ada. Orang kuat bukan orang yang berotot tapi orang yang bisa menhadapi sepahit apapun situasi.
4. Berusaha dan usaha…intinya “ndableg”, ngeyel, pantang menyerah….apapun celaan, dan lainnya
5. Ada filosofi orang cina yang melekat di kepala saya, ” kalau orang cina datang dan pergi merantau ke suatu tempat, mereka akan membakar kapal mereka seketika mereka tiba di suatu pantai. Ketika ditanya alasannya maka mereka akan menjawab bahwa itu dilakukan dengan alasan agar tidak ada alasan, alat dan cara untuk kembali atau pindah ke tempat mereka sebelumnya. Intinya mereka akan selalu kerja keras dan tidak ada kata kembali…”
Seminar, ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman
Hari ini tanggal 11 Februari 2011, saya diberi kesempatan untuk menjadi moderator di sebuah acara seminar Nasional yang diadakan oleh PPTIK UGM. Seminar tersebut bertemakan “Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kampus” dengan beberapa sesi materi dari pengembangan Rencana Induk TIK, adopsi features jejaring sosial untuk sistem informasi manajemen, manajemen network skala besar, dan open source adoption.
Seminar ini menarik karena materinya lebih banyak me-share apa yang dilakukan sebuah instusi agar apa yang selama ini dianggap baik bisa menjadi pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan pendekatan yang lebih baik. Biasanya, seminar lebih banyak “mengajar” peserta dengan sesuatu yang baru, tetapi nuansa kali ini lebih kental berbagi dan memberikan masukan terhadap materi yang disampaikan.
Saya tidak mengomentasi lebih detail setiap materi, tetapi saya ingin menyampaikan opini, seminar, conference dan sejenisnya itu berbeda dengan mengajar. Saya yang memang bukan dari kalangan akademisi, katakanlah saya ini praktisi saja, menyarankan untuk menjadikan setiap ajang/event seperti ini lebih banyak untuk berbagi pengalaman, pengetahuan yang didapat dan “story telling”. Ini akan lebih mengena dan berkesan kepada peserta dan materi yang disampaikan pun akan lebih banyak manfaatnya.
Bisa jadi pengalaman seminar ini, bisa menginspirasi, bahwa kegiatan berbagi pengetahuan baik itu dalam kerangka belajar mengajar, pelatihan dna formal activities lainnya disajikan dengan cara yang sehat seperti ini. Peserta juga dianggap sebagai “nara sumber” dengan problem yang diutarakan, saran, kritikan dan masukan yang bersifat konstruktif.
Artikel selanjutnya, saya akan usahakan menulis review setiap materi terkait dan ide-ide “OOT” dari saya.
Migrating to IPv6, sudah siapkah infrastruktur anda?
Hari-hari ini semakin ramai berita tentang semakin menipisnya jatah blok IP v4 internasional yang di kelola oleh IANA. Seebenarnya ini bukan isu baru, sudah sejak 5 tahunan lalu bahkan sudah sering menjadi bahan diskusi diberbagai event. Banyak inisiatif di luar negeri yang juga mencoba melakukan riset dan deployement teknologi yang mencoba memberikan solusi situasi ini.
Sama seperti isu-isu teknologi lain, di Indonesia, kepedulian untuk merespon insu-isu sentral seperti cloud technology, IPv6 migration strategy, virtualisasi, dan lainnya sering dianggap hanya isu-isu pemanis berita, tanpa ada respon positif, mungkin maaf malah banyak yang mencibir dan mempertanyakan urgensinya. Tapi “anyway” itu bukan bahasan saya kali ini.
Bahasan artikel kali ini saya mencoba fokus, bagaimana organisasi di Indonesia yang memiliki IT infrastruktur bisa responsif terhadap kedatangan isu yang relatif sudah terlambat ini. Kalau ditataran manajemen resiko, organisasi yang beru merepson isu habisnya IPv4 ini sudah dalam ranah emergency. Kenapa? ya kalau dalam bahasa bisnis sudah terlambat untuk compete dengan infrastruktur organisasi lain. Untuk itu diperlukan strategi serius untuk menangani dan merespon hal ini dengan langkah-langkah yang efisien dan efektif.
Isu habisnya IPv4 ini sebenarnya bagi perusahaan-perusahaan besar vendor dunia sudah bukan menjadi masalah lagi, kita bisa melihat bagi readyness mereka untuk memberikan features IPv6 readyness pada setiap hardware baru yang dikeluarkan, bahkan dilvel sistem operasi. Vendor peralatan networking pun saya pikir yang paling dulu menyiapkan fasilitas ini, karena simple, semakin ready jauh hari akan memberikan kemudahan bagi pelanggan mereka untuk me-manage perubahan jangka panjang ini.
Bagi pengguna atau organisasi TI problemnya menurut saya bukan di level kesiapan perangkat keras infrastrutur TI nya. saya yakin kalaupun perangkat kita jauh tertinggal, bisa dimanage dengan meng-upgrade atau menset-up konfigurasi IP dari v4 ke v6. Tetapi yang menjadi problem besar adalah Manajemen IPv6 itu sendiri. Ya seperti halnya ketika kita mensetup per-IP-an infrastruktur kita, sekarangng kita dituntut memiliki peta yang komprehensif network yang kita akan petakan dan beri penomoran IPv6.
Beberapa langkah srategis manajemennya adalah sebagai berikut:
1. audit network resource yang kita miliki, yaitu kita petakan benar mana-mana node yang sudah ready dan yang belum untuk implementasi IPv6. kemudian lakukan klasifikasi mana node yang bisa di migrate dan mana yang tidak. Konsekuensinya upgrade hardware akan menjadi prasyarat langkah selanjutnya apabila ditemukan node yang tidak ready to migrate ke IPv6.
2. buat plan dan map, penyebaran IPV6 yang mempertimbangkan proyeksi penggunaan jangka panjangnya. Hal ini juga penting agar kita punya “virtual IP tables” seluruh network yang kita handle dan manage.
3. Proses implementasi atau migrasi atau memindah ke IPv6, dimulai dari node-node utama jaringan, kemudian ke subnode, dan ke local node dan users. Kenapa harus hirarki, ini untuk meminimalisir apabila terjadi ketidak sinkronan IP table antar node yang mengakibatkan network gagal beroperasi.
4. lokalisasi yang bermasalah. Saya yakin dari kita pasti punya blok node yang menjadi sumber masalah, ini bisa karena ketidak siapan hardware atau problem jaringan lainnya. Untuk memperlancar implementasi migrasi maka node semacam ini perlu di lokalisasi agar tidan menganggu implementasi secara keseluruhan
5. kemudian sinkronkan konfigurasi antar node sehingga proses audit network secara bertahap bisa memastikan tidak ada resiko yang timbul kemudian
6. Implementasi di level lebih rendah secara bertahap dan terjadwal dengan baik, melibatkan user dan petugas local node untuk membuat daftar/list IPv6 terimplementasi.
7. Test case koneksi dari IPv6 tertinggi sampai terendah.
8. Update semua monitoring tools berbasis IPv6.
9. asistensi dan monitoring selama masa implementasi sampai user tidak mengalami kesulitan berarti.
10. Langkah lain adalah melakukan sinkronisasi dengan penyedia jasa internet kita untuk memastikan network environment IPv6 kita tidak menemui kesulitan menerima pasokan bandwidth dari ISP langganan kita atau koneksi ke network tetangga kita.
Langkah-langkah manajemen ini hanya contoh simple bagaimana me-manage migrasi IPv6.Untuk mengetahui, apakah infrastruktur kita sudah siap dengan IPv6 tergantung sekali dengan hasil audit infrastruktur yang kita lakukan.
artikel ini bersumber dari Intelligent Technology Initiatives, berdasarkan pengalaman implementasi IPv6 di Malaysia selama tahun 2009, dan juga telah berpengalaman melakukan riset dan implementasi di bidang ini, silahkan kontak di www.makeiswork.com


